Ares berjalan terseok-seok ke arah hye na. hye na melempar jaketnya ke lantai dan menangkap ares yang hampir jatuh. Hye na membawa ares ke kamarnya dan menidurkan ares di tempat tidurnya lalu mengambil kotak obat dan mulai membersihkan luka ares.
Hye na membuka baju ares, membersihkan luka yang ada di tubuh ares. Luka itu berbentuk sayatan. Mungkin pisau yang melukainya. Meski luka sayat itu tidak terlalu besar namun luka itu panjang di sekeliling tubuh ares.
“apa yang kau lakukan ares? Kemana dewa perang yang tak terkalahkan itu?” hye na bertanya pada dirinya sendiri. Ia menggenggam tangan kanan ares, namun tangan kiri ares mengeluarkan cahaya putih yang terang. Hye na melepas tangan kanan ares, cahaya ditangan kiri ares meredup. Semakin penasaran hye na menbuka tangan kiri ares yang menggenggam sesuatu. Sebuah kalung yang mempunyai liontin sebuah botol kecil bercahaya putih terang.
Handphone hye na berbunyi, ia mengurungkan niatnya mengambil kalung itu lalu meninggalkan ares yang masih tak sadarkan diri menuju handphonenya. Sebuah pesan dari donghae. Hye na tersenyum membacanya. Donghae makin menunjukkan perhatiannya, namun hye na tak membalas pesan donghae, ia ingin bertemu langsung dengan donghae.
Hye na bergegas masuk kamar mandi, kantuk pun tak terasa meski ia sama sekali tidak tidur. Sebelum masuk kamar mandi hye na masuk ke kamarnya mengambil seragamnya. Ia melihat ares yang sepertinya telah sadar. Posisi donghae berubah namun tetap tak membuka matanya, sesekali ares mengerang menahan perih lukanya.
Hye na keluar dari kamarnya dan mandi. Hye na menatap cermin di dalam kamar mandi, ia ingin tersenyum karna telah berpacaran dengan donghae, namun disisi lain ia sangat bersimpati pada ares yang terluka.
Selesai mandi dan berpakaian hye na siap berangkat. Namun ia lupa bahwa tasnya masih ada dikamar. Akhirnya ia masuk ke kamarnya. Ia melihat ares tengah duduk membuka perban dikepalanya. “ah~ ares apa yang kau lakukan. Lukamu....” kata-kata hye na terhenti begitu melihat luka ares telah menghilang.
Hye na menyentuh kepala ares. Memeriksa luka ares. Namun mereka berdua malah memperhatikan kalung yang masih digenggam ares kembali bercahaya. Hye na mengangkat tangannya dari kepala ares. Cahaya itu meredup. Hye na sedikit menjauh dari ares, takut pada reaksi ares. Ares menatapnya antusias. Ia mengangkat tangannya, kalung itu bergantung di tangan ares, bercahaya didekat hye na.
“kau? Kalung ini.” ares bingung menemukan kata yang tepat. Ia bangkit dan memeluk hye na. hye na melepaskan dirinya dari pelukan ares, “apa yang kau lakukan! Tidak sopan.” Protes hye na.
“kau, kau tahu mengapa kalung ini bereaksi pada dirimu? Kau.. Kau adalah irish!” ares menjelaskan dengan tidak sabar. Senyum kegembiraannya menghiasi wajah ares. Senyum ares terlihat sangat manis.
“apa? Apa maksudmu? Tidak mungkin!” hye na mengelak. “aku akan berangkat sekolah. Dan aku tidak ingin diganggu dengan masalah ini, aku tidak ingin masuk dalam permainan putus asa mu! kau mengerti!” hye na setengah berteriak.
Ares melihat hye na dengan tidak sabar. “apa kau tidak mengerti? Kalung ini bereaksi karna berada didekatmu. Permainan konyol katamu? Apanya? Bagian mana yang terlihat konyol?” ares tak kalah berteriak.
Hye na terdiam dan meninggalkan ares. Moodnya seketika rusak karna ares. Baru saja ia akan melangkah keluar apartemen ares mencegahnya. “kau ingin kubuktikan? Lihat ini.” ares melempar botol kalung itu hingga pecah. Asap putih mengerubungi hye na dan menyerap masuk ke tubuh hye na. tubuh hye na diliputi cahaya putih. Terlalu kuat reaksi yang terjadi sayap ares pun keluar dengan sendirinya dan terentang lebar. Hye na berteriak namun tak ada suara yang keluar.
Ares hanya menatap hye na dengan senang. “irish, akhirnya aku menemukanmu.” Gumamnya. Asap itu sudah sepenuhnya menyerap masuk ke tubuh hye na, meski tubuh hye na masih memancarkan cahaya. Hye na jatuh terduduk. Ares berada disampingnya memeluk hye na. seketika hye na pingsan karna lemas.
*Disekolah
donghae, kyuhyun dan soo won bingung karna hye na tidak masuk sekolah. Padahal mereka berjanji akan memberitahu kyuhyun dan soo won tentang hubungan mereka. “memangnya pagi ini kalian tidak berangkat bersama?” tanya soo won. Donghae menggeleng. Ia pergi sekolah dengan motornya, karna donghae berpesan agar pulang sekolah mereka pergi kerumah donghae.
“kau tidak mengirim pesan padanya?” kali ini soo won bertanya pada kyuhyun. “tidak, apa kau tak lihat kemarin aku tidak pulang bersamanya selesai ekskul?” kyuhyun bertanya balik dengan sinis.
“kau tidak perlu sinis begitu menjawabku, cho kyuhyun! Tidak usah sewot hanya karna kalah bertanding! Harasso?” soo won tak kalah berteriak. Kyuhyun memicingkan matanya menatap soo won yang dibalas soo won dengan pelototannya.
“kalian ini! bisa tidak tak bertengkar dan memperkeruh suasana?” tanya donghae setengah berteriak. Soo won dan kyuhyun langsung menatap donghae.
“ne? Bukannya kau juga bertengkar dengannya kemarin?” tanya kyuhyun. Soo won hanya menunduk dan bergumam tidak jelas.
“sebenarnya aku dan hye na juga berjanji untuk memberitahu kalian masalah ini. tapi mengapa ia tidak datang??”
“ada apa? Ada masalah?” kyuhyun dan soo won saling pandang curiga. “aku dan hye na sudah berpacaran. Dan kami ingin memberitahu kalian. Tapi ia sendiri tidak datang.” Ucap donghae agak kecewa.
“apa?? Hahahahaha akhirnya bersatu juga pasangan babo sekolah kita ini.” kyuhyun mendekati donghae dan menyalaminya.
Donghae hanya menggelengkan kepalanya. “lebih baik aku ke apartemennya, memeriksa keadaannya. Kalian ikut? Aigoo~ kenapa dia harus tinggal di apartemen! Kenapa keluarganya yang begitu kaya membiarkannya tinggal di apartemen.” Donghae berkata sambil berjalan keluar yang diikuti kyuhyun dan soo won.
to be continued..
ps. ini cerita jujur aja author juga bingung kenapa melenceng dari actionnya?? hahaha
untuk pembaca diharap meninggalkan jejak selain menLIKE, commentnya diharap juga..
gomawooooo :)
Hye na membuka baju ares, membersihkan luka yang ada di tubuh ares. Luka itu berbentuk sayatan. Mungkin pisau yang melukainya. Meski luka sayat itu tidak terlalu besar namun luka itu panjang di sekeliling tubuh ares.
“apa yang kau lakukan ares? Kemana dewa perang yang tak terkalahkan itu?” hye na bertanya pada dirinya sendiri. Ia menggenggam tangan kanan ares, namun tangan kiri ares mengeluarkan cahaya putih yang terang. Hye na melepas tangan kanan ares, cahaya ditangan kiri ares meredup. Semakin penasaran hye na menbuka tangan kiri ares yang menggenggam sesuatu. Sebuah kalung yang mempunyai liontin sebuah botol kecil bercahaya putih terang.
Handphone hye na berbunyi, ia mengurungkan niatnya mengambil kalung itu lalu meninggalkan ares yang masih tak sadarkan diri menuju handphonenya. Sebuah pesan dari donghae. Hye na tersenyum membacanya. Donghae makin menunjukkan perhatiannya, namun hye na tak membalas pesan donghae, ia ingin bertemu langsung dengan donghae.
Hye na bergegas masuk kamar mandi, kantuk pun tak terasa meski ia sama sekali tidak tidur. Sebelum masuk kamar mandi hye na masuk ke kamarnya mengambil seragamnya. Ia melihat ares yang sepertinya telah sadar. Posisi donghae berubah namun tetap tak membuka matanya, sesekali ares mengerang menahan perih lukanya.
Hye na keluar dari kamarnya dan mandi. Hye na menatap cermin di dalam kamar mandi, ia ingin tersenyum karna telah berpacaran dengan donghae, namun disisi lain ia sangat bersimpati pada ares yang terluka.
Selesai mandi dan berpakaian hye na siap berangkat. Namun ia lupa bahwa tasnya masih ada dikamar. Akhirnya ia masuk ke kamarnya. Ia melihat ares tengah duduk membuka perban dikepalanya. “ah~ ares apa yang kau lakukan. Lukamu....” kata-kata hye na terhenti begitu melihat luka ares telah menghilang.
Hye na menyentuh kepala ares. Memeriksa luka ares. Namun mereka berdua malah memperhatikan kalung yang masih digenggam ares kembali bercahaya. Hye na mengangkat tangannya dari kepala ares. Cahaya itu meredup. Hye na sedikit menjauh dari ares, takut pada reaksi ares. Ares menatapnya antusias. Ia mengangkat tangannya, kalung itu bergantung di tangan ares, bercahaya didekat hye na.
“kau? Kalung ini.” ares bingung menemukan kata yang tepat. Ia bangkit dan memeluk hye na. hye na melepaskan dirinya dari pelukan ares, “apa yang kau lakukan! Tidak sopan.” Protes hye na.
“kau, kau tahu mengapa kalung ini bereaksi pada dirimu? Kau.. Kau adalah irish!” ares menjelaskan dengan tidak sabar. Senyum kegembiraannya menghiasi wajah ares. Senyum ares terlihat sangat manis.
“apa? Apa maksudmu? Tidak mungkin!” hye na mengelak. “aku akan berangkat sekolah. Dan aku tidak ingin diganggu dengan masalah ini, aku tidak ingin masuk dalam permainan putus asa mu! kau mengerti!” hye na setengah berteriak.
Ares melihat hye na dengan tidak sabar. “apa kau tidak mengerti? Kalung ini bereaksi karna berada didekatmu. Permainan konyol katamu? Apanya? Bagian mana yang terlihat konyol?” ares tak kalah berteriak.
Hye na terdiam dan meninggalkan ares. Moodnya seketika rusak karna ares. Baru saja ia akan melangkah keluar apartemen ares mencegahnya. “kau ingin kubuktikan? Lihat ini.” ares melempar botol kalung itu hingga pecah. Asap putih mengerubungi hye na dan menyerap masuk ke tubuh hye na. tubuh hye na diliputi cahaya putih. Terlalu kuat reaksi yang terjadi sayap ares pun keluar dengan sendirinya dan terentang lebar. Hye na berteriak namun tak ada suara yang keluar.
Ares hanya menatap hye na dengan senang. “irish, akhirnya aku menemukanmu.” Gumamnya. Asap itu sudah sepenuhnya menyerap masuk ke tubuh hye na, meski tubuh hye na masih memancarkan cahaya. Hye na jatuh terduduk. Ares berada disampingnya memeluk hye na. seketika hye na pingsan karna lemas.
*Disekolah
donghae, kyuhyun dan soo won bingung karna hye na tidak masuk sekolah. Padahal mereka berjanji akan memberitahu kyuhyun dan soo won tentang hubungan mereka. “memangnya pagi ini kalian tidak berangkat bersama?” tanya soo won. Donghae menggeleng. Ia pergi sekolah dengan motornya, karna donghae berpesan agar pulang sekolah mereka pergi kerumah donghae.
“kau tidak mengirim pesan padanya?” kali ini soo won bertanya pada kyuhyun. “tidak, apa kau tak lihat kemarin aku tidak pulang bersamanya selesai ekskul?” kyuhyun bertanya balik dengan sinis.
“kau tidak perlu sinis begitu menjawabku, cho kyuhyun! Tidak usah sewot hanya karna kalah bertanding! Harasso?” soo won tak kalah berteriak. Kyuhyun memicingkan matanya menatap soo won yang dibalas soo won dengan pelototannya.
“kalian ini! bisa tidak tak bertengkar dan memperkeruh suasana?” tanya donghae setengah berteriak. Soo won dan kyuhyun langsung menatap donghae.
“ne? Bukannya kau juga bertengkar dengannya kemarin?” tanya kyuhyun. Soo won hanya menunduk dan bergumam tidak jelas.
“sebenarnya aku dan hye na juga berjanji untuk memberitahu kalian masalah ini. tapi mengapa ia tidak datang??”
“ada apa? Ada masalah?” kyuhyun dan soo won saling pandang curiga. “aku dan hye na sudah berpacaran. Dan kami ingin memberitahu kalian. Tapi ia sendiri tidak datang.” Ucap donghae agak kecewa.
“apa?? Hahahahaha akhirnya bersatu juga pasangan babo sekolah kita ini.” kyuhyun mendekati donghae dan menyalaminya.
Donghae hanya menggelengkan kepalanya. “lebih baik aku ke apartemennya, memeriksa keadaannya. Kalian ikut? Aigoo~ kenapa dia harus tinggal di apartemen! Kenapa keluarganya yang begitu kaya membiarkannya tinggal di apartemen.” Donghae berkata sambil berjalan keluar yang diikuti kyuhyun dan soo won.
to be continued..
ps. ini cerita jujur aja author juga bingung kenapa melenceng dari actionnya?? hahaha
untuk pembaca diharap meninggalkan jejak selain menLIKE, commentnya diharap juga..
gomawooooo :)


0 comment:
Posting Komentar