Sabtu, 23 April 2011

MARS (part 4)


genre : Romance, Action

cast :
Lee Teuk as Ares
Kim Hyena as Iris
Lee Donghae as Him self
Cho Kyuhyun as Him self (sahabat Hye na)
Hedyarti N Asyah as Han Soo Won (sahabat Donghae)

co-cast :
Choi Siwon : Anubis
Lee Sungmin : Osiris
Yesung : Toth
Heechul : Sekhmet

Author's: Ervi Julia








“cara? cara apa?” tanya hye na bingung. “kekuatannya. Semua dewa bereaksi bila ia berada di dekat kekuatannya. Sekarang kita tinggal mencari iris. Yang ku tahu iris jatuh tak jauh dari tempat kekuatannya ditanam.” Ares bersemangat.

Ternyata sedari tadi yang membuatnya diam adalah menemukan cara mencari irish, pikir Hye na. “well yah, selamat.” hye na berlalu sambil mengambil handuk dan bersiap mandi.

Setelah selesai mandi, hye na bersiap tidur ketika ares mengetuk pintu kamarnya. “ne, tunggu sebentar.” Sahut hye na. “ada apa?” tanya hye na ketika membuka pintu kamarnya. “aku akan pergi ketempat itu. aku akan membawa kekuatannya. Jejaknya akan terlihat begitu kekuatannya menyentuh tempat pertama kali ia datang.” Jelas ares.

“baiklah, silahkan pergi. Karna besok aku harus sekolah jadi aku akan tidur tanpa menunggumu.”. Tiba-tiba ares menghilang tepat dihadapannya saat hye na baru menyelesaikan kata-katanya. Tenggorokan hye na kembali tercekat. ia menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi kejadian yang mengejutkannya.

Hye na kembali ke tempat tidurnya. Namun terlintas donghae dalam pikirannya. Ia tak mengerti kenapa donghae menjadi sepemarah itu. donghae bukan orang yang kasar. Ia tau itu. donghae selalu tersenyum dan lembut. Karna tak bisa tidur hye na mencoba menelpon donghae. Ia tahu ini sudah pukul sebelas, tapi “apa salahnya mencoba?” pikir hye na. ia mengambil handphonenya dan menekan nomor donghae.

Lama sekali donghae tak menjawab telponnya. Hye na terus berusaha, dan perjuangannya tak sia-sia. “annyeong donghae-s.. oppa.. bisa kita bertemu?” ini pertama kalinya hye na memanggil donghae dengan sebutan oppa. Donghae terdiam tak menjawab, “jika kau tak bisa tak apa, aku..”.

“ku jemput di depan apartemenmu.” Donghae berkata singkat dan menutup telponnya. Hye na segera berganti pakaiaan. Sekitar setengah jam kemudian donghae telah menunggu hye na didepan apartemennya. Hye na malah canggung bertemu dengan donghae, namun ia tak menyesali keputusannya. Donghae menyodorkan helm kepada hye na. mereka telah bersiap berangkat, donghae melesat dengan kencang hingga hye na memeluknya. Dari balik helmnya, mereka tersenyum masing-masing.

Donghae membawa hye na ke pantai tempat pertama kali mereka berteman. Pukul satu dini hari. Meski angin bertiup sangat kencang, udara tidak terlalu dingin, mungkin karna musim semi tengah memasuki korea.

Donghae memarkir motornya. Hye turun dari motor donghae dan menyerahkan helm ke donghae. Ia berjalan menuju bibir pantai, memegang erat besi di teras pantai. Donghae menyusulnya, berdiri disamping hye na. hye na menatap donghae.

Mereka terdiam satu sama lain. Memikirkan apa yang baiknya diucapkan saat sekarang. Donghae masih menatap pantai saat hye na memulai pembicaraan. “apa yang terjadi? Kau tak pernah seperti itu sebelumnya.”.

“mianhae hye na. akupun tak mengerti apa yang kulakukan tadi. Aku hanya merasa begitu marah hingga lepas kendali. Aku benar-benar tak mengerti.” Donghae menjelaskan penuh emosi. Hye na tersenyum.


“apa yang membuatmu begitu marah?” hye na kembali bertanya. Masih menatap donghae. Kini donghae menatap balik hye na dengan lembut. “aku merasa begitu kehilanganmu saat kau bersama kyuhyun. Aku tahu ia sahabatmu. Tapi rasa ini. ah~~ mengapa aku begitu berbelit-belit menjelaskannya. Maksudku... aku mencintaimu.” Donghae berkata pelan.

Hye na mengalihkan pandangannya, dan kembali bertanya, “apa kau akan memintaku menjadi pacarmu setelah kau memberitahu perasaanmu itu kepadaku? Mengapa kau tak mengatakannya sejak dulu?”. Donghae pun mengalihkan pandangannya. “mungkin. Entah lah. Kupikir selama kita dekat kau mengerti perasaanku meski aku tak memberitahumu. Dan....” donghae berhenti memberi penjelasan.

Hye na memeluk donghae dari belakang. “tak sadarkah kau seluruh murid menganggap kita sepasang kekasih? dibalik semua kedekatanmu dengan soo won. Melebihi kedekatanku dengan kyuhyun?”.

Donghae tak pernah berpikir seperti itu. “apa yang kurang dari kedekatan kita. Kau kira hanya kau yang merasa cemburu? Tak terpikirkah bagaimana perasaanku melihat kau dengan soo won? Aku diam karna aku seorang wanita, tapi kau seorang laki-laki malah tak menyadarinya.” Jelas hye na.

Donghae menggenggam tangan hyena dan berbalik. Ia menatap hye na dengan senyum, hye na pun ikut tersenyum. Donghae memeluk hye na dengan erat. Tak ada lagi alasanya untuk marah. Kini hye na miliknya sepenuhnya.

“apa aku harus memanggilmu jagiya mulai sekarang?” tanya hye na menggoda donghae. “terserah padamu.” Jawab donghae sambil mempererat peluknya.

“ne, jagiya. Hahaha.” Hye na tertawa dalam pelukan donghae.  Donghae melepas pelukannya. “kurasa semua sudah jelas sekarang. Harusnya dari awal aku membicarakan masalah ini denganmu. Tapi kenapa itu luput dari pikiranku?”.

“mengapa bertanya padaku? Tanya lah hatimu yang pemalu itu. hahaha.. lebih baik kita pulang sekarang. Pagi ini kita beritahu pada kyuhyun dan soo won.” Hye na menggandeng tangan donghae ke arah motornya.

Hye na sampai di depan apartemennya. Tepat pukul lima pagi. Tanpa banyak kata hye na masuk ke apartemennya setelah donghae pergi. Hye na berjalan sambil tersenyum senang. Ia menaiki tangga menuju apartemennya, selain karna kamarnya berada dilantai tiga, lift pun masih mati dan akan menyala pukul enam.

Hye na baru saja masuk ke kamarnya ketika ares muncul begitu saja sekali lagi dari arah kamarnya. Hye na kaget melihat ares, bukan karna kemunculan ares yang tiba-tiba, melainkan luka disekujur tubuh ares. Darah mengalir tidak hanya dari kening ares, tangan dan kaki ares pun mengeluarkan darah. Baju ares terkoyak disana-sini. Celananya sobek-sobek.

to be continued :)
(mianhae kalo malah mengekspose percintaan donghae dan hye na)

0 comment:

Posting Komentar

MARS (part 4)


genre : Romance, Action

cast :
Lee Teuk as Ares
Kim Hyena as Iris
Lee Donghae as Him self
Cho Kyuhyun as Him self (sahabat Hye na)
Hedyarti N Asyah as Han Soo Won (sahabat Donghae)

co-cast :
Choi Siwon : Anubis
Lee Sungmin : Osiris
Yesung : Toth
Heechul : Sekhmet

Author's: Ervi Julia








“cara? cara apa?” tanya hye na bingung. “kekuatannya. Semua dewa bereaksi bila ia berada di dekat kekuatannya. Sekarang kita tinggal mencari iris. Yang ku tahu iris jatuh tak jauh dari tempat kekuatannya ditanam.” Ares bersemangat.

Ternyata sedari tadi yang membuatnya diam adalah menemukan cara mencari irish, pikir Hye na. “well yah, selamat.” hye na berlalu sambil mengambil handuk dan bersiap mandi.

Setelah selesai mandi, hye na bersiap tidur ketika ares mengetuk pintu kamarnya. “ne, tunggu sebentar.” Sahut hye na. “ada apa?” tanya hye na ketika membuka pintu kamarnya. “aku akan pergi ketempat itu. aku akan membawa kekuatannya. Jejaknya akan terlihat begitu kekuatannya menyentuh tempat pertama kali ia datang.” Jelas ares.

“baiklah, silahkan pergi. Karna besok aku harus sekolah jadi aku akan tidur tanpa menunggumu.”. Tiba-tiba ares menghilang tepat dihadapannya saat hye na baru menyelesaikan kata-katanya. Tenggorokan hye na kembali tercekat. ia menggeleng-gelengkan kepalanya menanggapi kejadian yang mengejutkannya.

Hye na kembali ke tempat tidurnya. Namun terlintas donghae dalam pikirannya. Ia tak mengerti kenapa donghae menjadi sepemarah itu. donghae bukan orang yang kasar. Ia tau itu. donghae selalu tersenyum dan lembut. Karna tak bisa tidur hye na mencoba menelpon donghae. Ia tahu ini sudah pukul sebelas, tapi “apa salahnya mencoba?” pikir hye na. ia mengambil handphonenya dan menekan nomor donghae.

Lama sekali donghae tak menjawab telponnya. Hye na terus berusaha, dan perjuangannya tak sia-sia. “annyeong donghae-s.. oppa.. bisa kita bertemu?” ini pertama kalinya hye na memanggil donghae dengan sebutan oppa. Donghae terdiam tak menjawab, “jika kau tak bisa tak apa, aku..”.

“ku jemput di depan apartemenmu.” Donghae berkata singkat dan menutup telponnya. Hye na segera berganti pakaiaan. Sekitar setengah jam kemudian donghae telah menunggu hye na didepan apartemennya. Hye na malah canggung bertemu dengan donghae, namun ia tak menyesali keputusannya. Donghae menyodorkan helm kepada hye na. mereka telah bersiap berangkat, donghae melesat dengan kencang hingga hye na memeluknya. Dari balik helmnya, mereka tersenyum masing-masing.

Donghae membawa hye na ke pantai tempat pertama kali mereka berteman. Pukul satu dini hari. Meski angin bertiup sangat kencang, udara tidak terlalu dingin, mungkin karna musim semi tengah memasuki korea.

Donghae memarkir motornya. Hye turun dari motor donghae dan menyerahkan helm ke donghae. Ia berjalan menuju bibir pantai, memegang erat besi di teras pantai. Donghae menyusulnya, berdiri disamping hye na. hye na menatap donghae.

Mereka terdiam satu sama lain. Memikirkan apa yang baiknya diucapkan saat sekarang. Donghae masih menatap pantai saat hye na memulai pembicaraan. “apa yang terjadi? Kau tak pernah seperti itu sebelumnya.”.

“mianhae hye na. akupun tak mengerti apa yang kulakukan tadi. Aku hanya merasa begitu marah hingga lepas kendali. Aku benar-benar tak mengerti.” Donghae menjelaskan penuh emosi. Hye na tersenyum.


“apa yang membuatmu begitu marah?” hye na kembali bertanya. Masih menatap donghae. Kini donghae menatap balik hye na dengan lembut. “aku merasa begitu kehilanganmu saat kau bersama kyuhyun. Aku tahu ia sahabatmu. Tapi rasa ini. ah~~ mengapa aku begitu berbelit-belit menjelaskannya. Maksudku... aku mencintaimu.” Donghae berkata pelan.

Hye na mengalihkan pandangannya, dan kembali bertanya, “apa kau akan memintaku menjadi pacarmu setelah kau memberitahu perasaanmu itu kepadaku? Mengapa kau tak mengatakannya sejak dulu?”. Donghae pun mengalihkan pandangannya. “mungkin. Entah lah. Kupikir selama kita dekat kau mengerti perasaanku meski aku tak memberitahumu. Dan....” donghae berhenti memberi penjelasan.

Hye na memeluk donghae dari belakang. “tak sadarkah kau seluruh murid menganggap kita sepasang kekasih? dibalik semua kedekatanmu dengan soo won. Melebihi kedekatanku dengan kyuhyun?”.

Donghae tak pernah berpikir seperti itu. “apa yang kurang dari kedekatan kita. Kau kira hanya kau yang merasa cemburu? Tak terpikirkah bagaimana perasaanku melihat kau dengan soo won? Aku diam karna aku seorang wanita, tapi kau seorang laki-laki malah tak menyadarinya.” Jelas hye na.

Donghae menggenggam tangan hyena dan berbalik. Ia menatap hye na dengan senyum, hye na pun ikut tersenyum. Donghae memeluk hye na dengan erat. Tak ada lagi alasanya untuk marah. Kini hye na miliknya sepenuhnya.

“apa aku harus memanggilmu jagiya mulai sekarang?” tanya hye na menggoda donghae. “terserah padamu.” Jawab donghae sambil mempererat peluknya.

“ne, jagiya. Hahaha.” Hye na tertawa dalam pelukan donghae.  Donghae melepas pelukannya. “kurasa semua sudah jelas sekarang. Harusnya dari awal aku membicarakan masalah ini denganmu. Tapi kenapa itu luput dari pikiranku?”.

“mengapa bertanya padaku? Tanya lah hatimu yang pemalu itu. hahaha.. lebih baik kita pulang sekarang. Pagi ini kita beritahu pada kyuhyun dan soo won.” Hye na menggandeng tangan donghae ke arah motornya.

Hye na sampai di depan apartemennya. Tepat pukul lima pagi. Tanpa banyak kata hye na masuk ke apartemennya setelah donghae pergi. Hye na berjalan sambil tersenyum senang. Ia menaiki tangga menuju apartemennya, selain karna kamarnya berada dilantai tiga, lift pun masih mati dan akan menyala pukul enam.

Hye na baru saja masuk ke kamarnya ketika ares muncul begitu saja sekali lagi dari arah kamarnya. Hye na kaget melihat ares, bukan karna kemunculan ares yang tiba-tiba, melainkan luka disekujur tubuh ares. Darah mengalir tidak hanya dari kening ares, tangan dan kaki ares pun mengeluarkan darah. Baju ares terkoyak disana-sini. Celananya sobek-sobek.

to be continued :)
(mianhae kalo malah mengekspose percintaan donghae dan hye na)

0 komentar:

Posting Komentar

 
. Blogger Template by Ipietoon Blogger Template