Original soundtrack :
Cast :
*****
EujJa POV
Aku pernah membayangkannya, bahkan menantikannya. Ciuman pertamaku. Mungkinkah hari ini akan terjadi hari ini? Pasti. Aku sangat yakin akannya. Ya tuhan! Apa yang harus aku lakukan? Aku tak pernah berciuman sebelumnya.
Miss Author POV
Eunja turun dari bis dengan gugup, hatinya berdebar kencang. Satu blok setelah halte adalah apartemen Leeteuk. Meski statusnya adalah pacar Leeteuk, ia masih gugup jika harus berada didekat Leeteuk. Walaupun sudah sebulan berpacaran, Eunja masih canggung dengan Leeteuk.
Sampai didepan apartemen Leeteuk, Eunja menelponnya. “annyeong, Leeteuk oppa. Aku sudah berada didepan apartemenmu. Kau dimana?” tanya eEunja.
“apa kau tidak bisa melihatku?” tanya Leeteuk.
“ne? Dimana? Aku tak bisa melihatmu. Aku buruk dengan jarak pandang yang jauh.” Jelas Eunja. Eunja memicingkan matanya mencari Leeteuk, namun tanpa kacamata itu akan percuma saja.
“naiklah. Aku akan menjemputmu di depan lift.” Perintah Leeteuk yang memperhatikan Eunja dari jendela kamarnya. (jelas ga keliatan babo! Lo dikamar, dia diluar.)
“ne, oppa.” Jawab Eunja singkat. Ia berjalan menuju lift dan menekan tombol naik. Tak berapa lama pintu lift terbuka, Eunja masuk kedalamnya dan menekan angka tiga. Pintu tertutup dan lift pun naik. hati Eunja makin berdebar seiring bergantinya angka dilayar lift.
“ting.” Pintu lift terbuka. Eunja melihat Leeteuk didepannya dan terpaku. Leeteuk menguncir rambutnya seperti biasa, dan Eunja sangat menyukainya. Apalagi tampang aegyonya yang tersenyum dan memperlihatkan dimplenya. “kau tidak mau keluar dari sana?” tanya Leeteuk. “haa? Oh, ne.” Eunja makin gugup. Leeteuk menarik tangannya menuju ruang apartemennya.
Leeteuk membuka pintu kamarnya dengan cepat dan menahannya agar Eunja bisa masuk lebih dulu. Eunja berjalan melewati Leeteuk, ia melepas sepatunya sedangkan Leeteuk telah masuk dan duduk di sofanya memainkan gitar. Dengan malu-malu Eunja masuk dan duduk disofa seberang Leeteuk. Ia diam memperhatikan ruang tamu Leeteuk.
Leeteuk menatapnya, “apa yang kau lakukan disana? Memangnya kita sedang bertengkar? Sini mendekat.” Perintah Leeteuk. “ini pertama kalinya aku masuk ke apartemenmu yang sepi begini.” Kata EunJa sambil bangkit dari duduknya dan duduk disebelah Leeteuk meski masih tetap memberi jarak antara mereka. Leeteuk menaruh gitarnya disamping kanannya dan kembali mantap Eunja. “kesini.” Kata Leeteuk sambil menarik EunJa mendekat padanya.
Eunja tak berani menatap Leeteuk. Ia hanya membelakangi Leeteuk. “waeyo?” tanya Leeteuk. Eunja menggeleng pelan, “aniyo.” gumamnya. Leeteuk memeluk Eunja dari belakang, eunja terdiam karna kaget. Tangan Leeteuk tepat berada dibawah dadanya. Leeteuk menaruh dagunya dipundak Eunja.
“oppa, lepaskan. Aku tidak nyaman.” Pinta Eunja. Leeteuk mengendurkan pelukannya, ia memutar badan Eunja hingga menghadapnya, dengan gugup Eunja bisa melihat Leeteuk telah siap menciumnya. Leeteuk mendekatkan wajahnya ke wajah Eunja. Eunja tak dapat bergerak melihat Leeteuk begitu dekat. Akhirnya.. Leeteuk sukses mendaratkan bibirnya di bibir eunja. Eunja menutup matanya rapat. Tanpa dilatih, bibirnya mengikuti gerak bibir Leeteuk. Meski takut Eunja membuka matanya perlahan, dilihatnya mata Leeteuk menatap lurus kearahnya. Eunja langsung menutup matanya lagi.
Eunja melingkarkan tangan kirinya dileher Leeteuk, sedangkan tangan kanannya mencengkram bahu Leeteuk. Tangan kanan Leeteuk mulai bergerak ke arah dada Eunja. Ia meraba halus dada Eunja, Eunja yang kaget, sontak memegang tangan Leeteuk dan hampir melepas ciumannya ketika tangan Leeteuk dengan sigap menahan kepala Eunja. Terjadi sedikit tarik menarik antara tangan Eunja dan tangan Leeteuk. Leeteuk berusaha melepas pegangan tangan, dengan sedikit kelihaiannya, tangannya sudah bergerak lagi menuju dada Eunja.
Kini tangan Leeteuk telah bergerak disekitar dada Eunja. Eunja hanya diam tak kuasa menahan tenaga Leeteuk. Leeteuk meremas dada Eunja pelan dan menurunkan tangannya. Ia memasukkan tangannya kedalam baju Eunja secepat kilat. Eunja mendadak kaku karna takut sesuatu yang tak diinginkannya terjadi.
Tangan Leeteuk bergerak lihai didalam baju Eunja. Bahkan tangan Leeteuk telah memegang langsung dada Eunja.
Eunja POV
Ya tuhan! Aku ingin ciuman pertamaku, bukan malam pertamaku. Maafkan aku ya tuhan. Kau tahu, Aku sangat ingin lari. Aku ingin meninggalkannya yang begini. Tapi tubuhku bahkan tak bergerak. Jauh dihatiku, aku sangat menginginkannya.
Miss Author POV
Ciuman Leeteuk telah berubah, yang tadinya lembut kini menjadi agak liar. Tangannya masih meremas dada Eunja. Ia memainkan niple Eunja dan membuat Eunja meringis.
Leeteuk melepas ciumannya. Ia menatap Eunja. Matanya memancarkan aura nafsu dan sayang. Eunja tak kuasa menahan keinginan Leeteuk ketika Leeteuk membuka baju Eunja. Kini tubuh Eunja hanya tertutup bra-nya. Eunja menghembuskan nafas panjang, ia ingin Leeteuk berhenti melakukan ini, tapi hatinya bertindak lebih dari pada otaknya.
“apa kau percaya padaku?” tanya Leeteuk lembut. Eunja tak menjawab dan malah memalingkan wajahnya. Tanpa disangka Leeteuk memeluknya.
“aku ingin kau percaya padaku. Betapa aku menginginkan mu menjadi milikku sepenuhnya. Seluruhnya.” Ucap Leeteuk sambil memeluk Eunja erat.
“aku merasa sesuatu yang aneh.” Kata Eunja pelan.
“apa kau merasa malu karna aku melihatmu tak berpakaian?” tanya Leeteuk. Tak ada jawaban dari Eunja. Leeteuk melepas pelukannya. Eunja duduk diam didepannya menatapnya.
“ne, aku merasa kau tidak adil. Mengapa hanya aku yang membuka baju dan kau tidak?” ucap Eunja. Selesai Eunja berucap, Leeteuk langsung membuka bajunya. Eunja dapat melihat perut Leeteuk yang sixpack. Eunja menelan ludah. Leeteuk terlihat begitu dewasa meski aegyonya masih terlihat.
Leeteuk mendekatkan diri kearah Eunja dan membuat Eunja tertidur dibawahnya. Tangan leeteuk menahan tubuhnya agar tak langsung menyentuh Eunja. Ia tahu betul bahwa ini pengalaman pertama Eunja dan ia tak ingin melakukan kesalahan pada Eunja. Leeteuk kembali mendekatkan wajahnya hendak mencium Eunja. Eunja memegang tangan Leeteuk erat, tubuhnya bergetar.
“kau takut padaku.” Kata leeteuk tiba-tiba dan menjauh pelan-pelan dari Eunja. Eunja dengan sigap langsung memeluk leeteuk. “aniyo. Lakukanlah.” Kata Eunja singkat. Ia melepaskan pelukannya dan kembali tidur dibawah Leeteuk.
Leeteuk mulai mencium Eunja lagi. Kali ini lembut namun sangat agresif. Lidahnya bermain didalam mulut Eunja. Tangannya masih sibuk dengan dada Eunja. Sedangkan tangan Eunja hanya melingkar dileher Leeteuk. Perlahan leeteuk melepas kancing bra Eunja dan narik lepas bra Eunja. Sontak Eunja menutup dadanya dengan kedua tangannya.
Leeteuk melepas ciumannya sekali lagi. Ia memegang tang Eunja lembut dan melingkarkan tangan Eunja dilehernya. Eunja membuang muka karna malu. Leeteuk membelai pipi Eunja dan mulai kembali mencium Eunja.
Tak lama bibir Leeteuk turun ke leher Eunja dan menberi banyak kissmark di leher Eunja. Dan mulai turun lagi ke dada Eunja. Eunja meremas rambut Leeteuk dengan sayang. Ia merasa ikut terbawa dalam permainan Leeteuk. Leeteuk menelusuri melumat dada Eunja dengan bibirnya samapi Eunja mengerang karna sakit, tapi Leeteuk tak peduli dan melanjutkannya lagi.
Tangan leeteuk mulai menyusuri paha Eunja yang kebetulan hari itu memakai rok pendek. Tangan leeteuk masuk kedalam rok Eunja dan siap menurunkan CD Eunja. Tangan Eunja menahan tangan leeteuk. “aku mohon padamu. Jangan lakukan itu.” pinta Eunja.
Leeteuk melepas kan diri dari dada Eunja dan menatap Eunja, “apa kau percaya padaku? Biar aku hapus semua ketakutanmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Ucap Leeteuk. Eunja terdiam mendengarnya. “aku percaya padamu, tapi aku hanya tak ingin melakukannya sekarang. Ku mohon.” Pinta Eunja dengan nada memelas.
“kau tak ingin melakukannya denganku?” tanya Leeteuk.
“aniyo. Geuge anijyo. Naega jeongmal wonhaneun, tapi tidak sekarang. Hatiku belum siap. Kumohon kau mengerti.” Eunja memberi penjelasan. Leeteuk memandangnya sedikit tak sabar.
“apa kau akan menolakku jika aku memaksa?”
Eunja kaget mendengar perkataan Leeteuk. Ia tak menyangka Leeteuk begitu menginginkan ini terjadi. Eunja memeluk Leeteuk dari belakang. “oppa, lakukanlah yang ingin kau lakukan, aku tidak menolakmu. Tapi jangan lakukan H sekarang. Aku benar-benar tidak siap.” Eunja kembali menjelaskan.
Leeteuk POV
Eunja memelukku dengan sendirinya tanpa aku memintanya. Ini pertama kalinya ia melakukan itu. tidakkah ia mengerti bukan nafsu yang mendorongku melainkan dirinya sendiri. Aissh! Aku tak dapat menahan diri tidak menyentuhnya, mengapa ia begitu menggoda sekarang.
Miss Author POV
Leeteuk membalikkan badan ia melihat eunja secara keseluruhan. Dan hasratnya makin meninggi, tapi diatas segalanya ia takingin memaksa Eunja melakukannya. Eunja menundukkan kepalanya karna malu kepada Leeteuk.
“tak bisakah kau biarkan aku menyelesaikannya?” pinta Leeteuk. Eunja berpikir sejenak. Dan mengangguk lemah. Leeteuk kembali ke posisinya yang berada diatas eunja dan mulai melumat bibir eunja. Tangannya bergerak cepat kedalam rok Eunja dan... ia memasukkan jarinya ke dalam missV eunja. Eunja yang kaget langsung memejamkan matanya erat. Tangannya pun erat mencengkram lengan baju Leeteuk.
Eunja dapat merasakan jari leeteuk yang bergerak didalam missVnya. Eunja berusaha menahan erangannya dan keinginannya melakukan H yang tiba-tiba datang. Perlahan ia membuka matanya. Ia dapat merasakan missVnya yang basah karna cairan yang keluar dari missVnya.
Eunja menatap Leeteuk dengan aegyonya, dan membuat Leeteuk makin terangsang. “aissh!” gumam Leeteuk yang langsung bangkit dari atas Eunja dan meninggalkan Eunja kekamar mandi. Eunja yang kebingungan langsung menutup badannya dengan baju dan menyusul Leeteuk ke kamar mandi. Eunja mengetuk pintu.
“oppa. Oppa, open the door, please.” Kata Eunja sambil terus mengetok pintu kamar mandi. Leeteuk terdiam dikamar mandi. Ia mencuci tangan dan mukanya. Melihat tampang aegyo eunja makin mendorong hasratnya. Dari balik celananya, leeteuk tahu bahwa ia sudah menegang. *wkwkwk mian oppa, emang gini ceritanya. Kalo dia ngga mau, ma author aja lah.. hahahhaah*
“eu.. eh, Eunja!” panggil Leeteuk. Eunja berhenti mengetok pintu. “oppa, apa aku melakukan kesalahan? Mengapa kau mengunci diri?” tanya eunja. Leeteuk menggumam pelan. “OPPA! Open the door now.” Perintah Eunja tak sabar.
“aniyo. Jika aku membukanya sekarang aku tidak akan melepaskanmu. Lebih baik kau pulang sekarang.” Jelas Leeteuk. Eunja bengong mendengar jawaban Leeteuk.
ps. dedicated to my besties.. <3
always miss you here..
- A Man In Love by Super Junior
- Butterfly by Jason Mraz
Cast :
- Leeteuk
- Cho Eunja
*****
EujJa POV
Aku pernah membayangkannya, bahkan menantikannya. Ciuman pertamaku. Mungkinkah hari ini akan terjadi hari ini? Pasti. Aku sangat yakin akannya. Ya tuhan! Apa yang harus aku lakukan? Aku tak pernah berciuman sebelumnya.
Miss Author POV
Eunja turun dari bis dengan gugup, hatinya berdebar kencang. Satu blok setelah halte adalah apartemen Leeteuk. Meski statusnya adalah pacar Leeteuk, ia masih gugup jika harus berada didekat Leeteuk. Walaupun sudah sebulan berpacaran, Eunja masih canggung dengan Leeteuk.
Sampai didepan apartemen Leeteuk, Eunja menelponnya. “annyeong, Leeteuk oppa. Aku sudah berada didepan apartemenmu. Kau dimana?” tanya eEunja.
“apa kau tidak bisa melihatku?” tanya Leeteuk.
“ne? Dimana? Aku tak bisa melihatmu. Aku buruk dengan jarak pandang yang jauh.” Jelas Eunja. Eunja memicingkan matanya mencari Leeteuk, namun tanpa kacamata itu akan percuma saja.
“naiklah. Aku akan menjemputmu di depan lift.” Perintah Leeteuk yang memperhatikan Eunja dari jendela kamarnya. (jelas ga keliatan babo! Lo dikamar, dia diluar.)
“ne, oppa.” Jawab Eunja singkat. Ia berjalan menuju lift dan menekan tombol naik. Tak berapa lama pintu lift terbuka, Eunja masuk kedalamnya dan menekan angka tiga. Pintu tertutup dan lift pun naik. hati Eunja makin berdebar seiring bergantinya angka dilayar lift.
“ting.” Pintu lift terbuka. Eunja melihat Leeteuk didepannya dan terpaku. Leeteuk menguncir rambutnya seperti biasa, dan Eunja sangat menyukainya. Apalagi tampang aegyonya yang tersenyum dan memperlihatkan dimplenya. “kau tidak mau keluar dari sana?” tanya Leeteuk. “haa? Oh, ne.” Eunja makin gugup. Leeteuk menarik tangannya menuju ruang apartemennya.
Leeteuk membuka pintu kamarnya dengan cepat dan menahannya agar Eunja bisa masuk lebih dulu. Eunja berjalan melewati Leeteuk, ia melepas sepatunya sedangkan Leeteuk telah masuk dan duduk di sofanya memainkan gitar. Dengan malu-malu Eunja masuk dan duduk disofa seberang Leeteuk. Ia diam memperhatikan ruang tamu Leeteuk.
Leeteuk menatapnya, “apa yang kau lakukan disana? Memangnya kita sedang bertengkar? Sini mendekat.” Perintah Leeteuk. “ini pertama kalinya aku masuk ke apartemenmu yang sepi begini.” Kata EunJa sambil bangkit dari duduknya dan duduk disebelah Leeteuk meski masih tetap memberi jarak antara mereka. Leeteuk menaruh gitarnya disamping kanannya dan kembali mantap Eunja. “kesini.” Kata Leeteuk sambil menarik EunJa mendekat padanya.
Eunja tak berani menatap Leeteuk. Ia hanya membelakangi Leeteuk. “waeyo?” tanya Leeteuk. Eunja menggeleng pelan, “aniyo.” gumamnya. Leeteuk memeluk Eunja dari belakang, eunja terdiam karna kaget. Tangan Leeteuk tepat berada dibawah dadanya. Leeteuk menaruh dagunya dipundak Eunja.
“oppa, lepaskan. Aku tidak nyaman.” Pinta Eunja. Leeteuk mengendurkan pelukannya, ia memutar badan Eunja hingga menghadapnya, dengan gugup Eunja bisa melihat Leeteuk telah siap menciumnya. Leeteuk mendekatkan wajahnya ke wajah Eunja. Eunja tak dapat bergerak melihat Leeteuk begitu dekat. Akhirnya.. Leeteuk sukses mendaratkan bibirnya di bibir eunja. Eunja menutup matanya rapat. Tanpa dilatih, bibirnya mengikuti gerak bibir Leeteuk. Meski takut Eunja membuka matanya perlahan, dilihatnya mata Leeteuk menatap lurus kearahnya. Eunja langsung menutup matanya lagi.
Eunja melingkarkan tangan kirinya dileher Leeteuk, sedangkan tangan kanannya mencengkram bahu Leeteuk. Tangan kanan Leeteuk mulai bergerak ke arah dada Eunja. Ia meraba halus dada Eunja, Eunja yang kaget, sontak memegang tangan Leeteuk dan hampir melepas ciumannya ketika tangan Leeteuk dengan sigap menahan kepala Eunja. Terjadi sedikit tarik menarik antara tangan Eunja dan tangan Leeteuk. Leeteuk berusaha melepas pegangan tangan, dengan sedikit kelihaiannya, tangannya sudah bergerak lagi menuju dada Eunja.
Kini tangan Leeteuk telah bergerak disekitar dada Eunja. Eunja hanya diam tak kuasa menahan tenaga Leeteuk. Leeteuk meremas dada Eunja pelan dan menurunkan tangannya. Ia memasukkan tangannya kedalam baju Eunja secepat kilat. Eunja mendadak kaku karna takut sesuatu yang tak diinginkannya terjadi.
Tangan Leeteuk bergerak lihai didalam baju Eunja. Bahkan tangan Leeteuk telah memegang langsung dada Eunja.
Eunja POV
Ya tuhan! Aku ingin ciuman pertamaku, bukan malam pertamaku. Maafkan aku ya tuhan. Kau tahu, Aku sangat ingin lari. Aku ingin meninggalkannya yang begini. Tapi tubuhku bahkan tak bergerak. Jauh dihatiku, aku sangat menginginkannya.
Miss Author POV
Ciuman Leeteuk telah berubah, yang tadinya lembut kini menjadi agak liar. Tangannya masih meremas dada Eunja. Ia memainkan niple Eunja dan membuat Eunja meringis.
Leeteuk melepas ciumannya. Ia menatap Eunja. Matanya memancarkan aura nafsu dan sayang. Eunja tak kuasa menahan keinginan Leeteuk ketika Leeteuk membuka baju Eunja. Kini tubuh Eunja hanya tertutup bra-nya. Eunja menghembuskan nafas panjang, ia ingin Leeteuk berhenti melakukan ini, tapi hatinya bertindak lebih dari pada otaknya.
“apa kau percaya padaku?” tanya Leeteuk lembut. Eunja tak menjawab dan malah memalingkan wajahnya. Tanpa disangka Leeteuk memeluknya.
“aku ingin kau percaya padaku. Betapa aku menginginkan mu menjadi milikku sepenuhnya. Seluruhnya.” Ucap Leeteuk sambil memeluk Eunja erat.
“aku merasa sesuatu yang aneh.” Kata Eunja pelan.
“apa kau merasa malu karna aku melihatmu tak berpakaian?” tanya Leeteuk. Tak ada jawaban dari Eunja. Leeteuk melepas pelukannya. Eunja duduk diam didepannya menatapnya.
“ne, aku merasa kau tidak adil. Mengapa hanya aku yang membuka baju dan kau tidak?” ucap Eunja. Selesai Eunja berucap, Leeteuk langsung membuka bajunya. Eunja dapat melihat perut Leeteuk yang sixpack. Eunja menelan ludah. Leeteuk terlihat begitu dewasa meski aegyonya masih terlihat.
Leeteuk mendekatkan diri kearah Eunja dan membuat Eunja tertidur dibawahnya. Tangan leeteuk menahan tubuhnya agar tak langsung menyentuh Eunja. Ia tahu betul bahwa ini pengalaman pertama Eunja dan ia tak ingin melakukan kesalahan pada Eunja. Leeteuk kembali mendekatkan wajahnya hendak mencium Eunja. Eunja memegang tangan Leeteuk erat, tubuhnya bergetar.
“kau takut padaku.” Kata leeteuk tiba-tiba dan menjauh pelan-pelan dari Eunja. Eunja dengan sigap langsung memeluk leeteuk. “aniyo. Lakukanlah.” Kata Eunja singkat. Ia melepaskan pelukannya dan kembali tidur dibawah Leeteuk.
Leeteuk mulai mencium Eunja lagi. Kali ini lembut namun sangat agresif. Lidahnya bermain didalam mulut Eunja. Tangannya masih sibuk dengan dada Eunja. Sedangkan tangan Eunja hanya melingkar dileher Leeteuk. Perlahan leeteuk melepas kancing bra Eunja dan narik lepas bra Eunja. Sontak Eunja menutup dadanya dengan kedua tangannya.
Leeteuk melepas ciumannya sekali lagi. Ia memegang tang Eunja lembut dan melingkarkan tangan Eunja dilehernya. Eunja membuang muka karna malu. Leeteuk membelai pipi Eunja dan mulai kembali mencium Eunja.
Tak lama bibir Leeteuk turun ke leher Eunja dan menberi banyak kissmark di leher Eunja. Dan mulai turun lagi ke dada Eunja. Eunja meremas rambut Leeteuk dengan sayang. Ia merasa ikut terbawa dalam permainan Leeteuk. Leeteuk menelusuri melumat dada Eunja dengan bibirnya samapi Eunja mengerang karna sakit, tapi Leeteuk tak peduli dan melanjutkannya lagi.
Tangan leeteuk mulai menyusuri paha Eunja yang kebetulan hari itu memakai rok pendek. Tangan leeteuk masuk kedalam rok Eunja dan siap menurunkan CD Eunja. Tangan Eunja menahan tangan leeteuk. “aku mohon padamu. Jangan lakukan itu.” pinta Eunja.
Leeteuk melepas kan diri dari dada Eunja dan menatap Eunja, “apa kau percaya padaku? Biar aku hapus semua ketakutanmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Ucap Leeteuk. Eunja terdiam mendengarnya. “aku percaya padamu, tapi aku hanya tak ingin melakukannya sekarang. Ku mohon.” Pinta Eunja dengan nada memelas.
“kau tak ingin melakukannya denganku?” tanya Leeteuk.
“aniyo. Geuge anijyo. Naega jeongmal wonhaneun, tapi tidak sekarang. Hatiku belum siap. Kumohon kau mengerti.” Eunja memberi penjelasan. Leeteuk memandangnya sedikit tak sabar.
“apa kau akan menolakku jika aku memaksa?”
Eunja kaget mendengar perkataan Leeteuk. Ia tak menyangka Leeteuk begitu menginginkan ini terjadi. Eunja memeluk Leeteuk dari belakang. “oppa, lakukanlah yang ingin kau lakukan, aku tidak menolakmu. Tapi jangan lakukan H sekarang. Aku benar-benar tidak siap.” Eunja kembali menjelaskan.
Leeteuk POV
Eunja memelukku dengan sendirinya tanpa aku memintanya. Ini pertama kalinya ia melakukan itu. tidakkah ia mengerti bukan nafsu yang mendorongku melainkan dirinya sendiri. Aissh! Aku tak dapat menahan diri tidak menyentuhnya, mengapa ia begitu menggoda sekarang.
Miss Author POV
Leeteuk membalikkan badan ia melihat eunja secara keseluruhan. Dan hasratnya makin meninggi, tapi diatas segalanya ia takingin memaksa Eunja melakukannya. Eunja menundukkan kepalanya karna malu kepada Leeteuk.
“tak bisakah kau biarkan aku menyelesaikannya?” pinta Leeteuk. Eunja berpikir sejenak. Dan mengangguk lemah. Leeteuk kembali ke posisinya yang berada diatas eunja dan mulai melumat bibir eunja. Tangannya bergerak cepat kedalam rok Eunja dan... ia memasukkan jarinya ke dalam missV eunja. Eunja yang kaget langsung memejamkan matanya erat. Tangannya pun erat mencengkram lengan baju Leeteuk.
Eunja dapat merasakan jari leeteuk yang bergerak didalam missVnya. Eunja berusaha menahan erangannya dan keinginannya melakukan H yang tiba-tiba datang. Perlahan ia membuka matanya. Ia dapat merasakan missVnya yang basah karna cairan yang keluar dari missVnya.
Eunja menatap Leeteuk dengan aegyonya, dan membuat Leeteuk makin terangsang. “aissh!” gumam Leeteuk yang langsung bangkit dari atas Eunja dan meninggalkan Eunja kekamar mandi. Eunja yang kebingungan langsung menutup badannya dengan baju dan menyusul Leeteuk ke kamar mandi. Eunja mengetuk pintu.
“oppa. Oppa, open the door, please.” Kata Eunja sambil terus mengetok pintu kamar mandi. Leeteuk terdiam dikamar mandi. Ia mencuci tangan dan mukanya. Melihat tampang aegyo eunja makin mendorong hasratnya. Dari balik celananya, leeteuk tahu bahwa ia sudah menegang. *wkwkwk mian oppa, emang gini ceritanya. Kalo dia ngga mau, ma author aja lah.. hahahhaah*
“eu.. eh, Eunja!” panggil Leeteuk. Eunja berhenti mengetok pintu. “oppa, apa aku melakukan kesalahan? Mengapa kau mengunci diri?” tanya eunja. Leeteuk menggumam pelan. “OPPA! Open the door now.” Perintah Eunja tak sabar.
“aniyo. Jika aku membukanya sekarang aku tidak akan melepaskanmu. Lebih baik kau pulang sekarang.” Jelas Leeteuk. Eunja bengong mendengar jawaban Leeteuk.
ps. dedicated to my besties.. <3
always miss you here..



0 comment:
Posting Komentar