genre : Romance, Action
cast :
Lee Teuk as Ares
Kim Hyena as Iris
Lee Donghae as Him self
Cho Kyuhyun as Him self (sahabat Hye na)
Hedyarti N Asyah as Han Soo Won (sahabat Donghae)
co-cast :
Choi Siwon : Anubis
Lee Sungmin : Osiris
Yesung : Toth
Heechul : Sekhmet
Author's: Ervi Julia
*pagi harinya
Hye na bangun dari tidurnya. Matanya menatap lelah langit-langit kamarnya. Ia duduk termangu menatap sekeliling kamarnya. Semua terlihat biasa, kecuali laptop yang lupa ia matikan semalam. Segalanya begitu biasa, seperti tak ada yang terjadi. Tak ada laki-laki bersayap yang mengaku bernama Ares si dewa perang. “mimpi? Hahaha.. pantesan aneh.” Ia berkata pada dirinya sendiri.
Hye na melirik jam dindingnya. Tepat seperti biasa ia bangun, hari ini sekolah kembali dimulai setelah libur musim panas. Hye na bangkit mengambil handuknya dan berjalan ke kamar mandi, tersenyum remeh mengingat kembali mimpinya. “Ares. Hahahaha dewa perang apanya! Babo!” serunya.
Selesai mandi dan berpakaian Hye na melongok melalui jendelanya. Taman terlihat baik-baik saja, tak ada bekas kehancuran. Tak ada batu besar tempat ares datang. Jauh berbeda dari taman dimimpinya yang hancur. Hye na beranjak dari jendelanya, menyandang tas sekolahnya dan keluar dari apartemennya.
Hye na menunggu bus di halte biasa. Tak lama bus pun datang. Hye na masuk ke dalam bus, matanya terpaku pada seorang pria yang berseragam sama dengannya. Ia tersenyum pada pria itu. Pria itu mempersilahkan hye na duduk disisi dalam kursi penumpang yang dekat jendela. Seperti biasa, selama tiga tahun berturut pria itu tahu kebiasaan Hye na.
“apa kau tak bosan duduk ditempat yang sama selama dua tahun ini?” tanya pria itu. hye na menggeleng, matanya tetap menatap ke luar, menatap toko-toko dipinggir jalan. “Donghae-ssi, apa kau bosan duduk disini bersamaku? Sebenarnya kau bisa pindah ke tempat duduk asalmu.” Hye Na tetap memandang keluar namun seulas senyum mengakhiri kata-katanya pada Donghae. Sahabat sekaligus orang yang disukai Hye na.
Donghae hanya menatap Hye na kemudian ia melihat kursi yang dulu biasa ia duduki sebelum kenal dengan hye na, wanita pujaannya. Bus kembali berhenti, kali ini dua orang siswa-siswi yang berseragam sama dengan donghae dan hye na naik. Donghae berpindah tempat duduk ke belakang hye na.
“soo won, kesini. Duduk bersamaku.” Ajak donghae pada siswi yang bernama soo won itu. hye na mengalihkan pandangannya, ia tersenyum melihat Donghae. Soo won berjalan santai menuju Donghae. Sedangkan siswa yang satu lagi langsung duduk disamping Hye na.
“Kyuhyunnie~ bagaimana liburanmu?” sapa Hye na pada Kyuhyun. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. “tidak terlalu baik, karna kau tidak membalas pesan ku. Apa yang kau lakukan sampai-sampai tak membalas pesanku?” tanya Kyuhyun.
“aku hanya pergi ke rumah nenekku. Sebenarnya aku ingin membalas pesanmu, tapi aku menemukan sesuatu yang menarik selama disana. Lihat ini.” Hye na memperlihatkan gelangnya. Kyuhyun mengerutkan dahinya, tak mengerti maksud Hye na.
“ini gelang yang ku dapat saat aku berada dirumah nenekku. Ibuku bilang ini gelang pemberian kakekku saat beliau melamar nenekku. Romantis bukan?” jelas hye na.
Kyuhyun mengangguk mengerti. Donghae hanya menatap Kyuhyun iri. Hye na memang dekat dengannya, namun tak pernah bisa lebih dari kedekatan Hye na dengan Kyuhyun. Hye na selalu menyapa Kyuhyun terlebih dahulu, dan Hye na juga selalu menunjukkan sikap menyenangkan dengan Kyuhyun. Mereka bercanda tanpa kenal batas. Seperti orang pacaran, bukan berteman.
Perjalanan tak terasa saat mereka sampai depan sekolah. Hye na masih bercerita pada Kyuhyun yang kadang diselingi gelak tawa. Sedangkan Soo won sibuk dengan PSPnya. Bel sekolah berbunyi nyaring tanda pelajaran dimulai. Donghae mempercepat jalannya mendahului Hye na dan dengan sengaja menabrak Hye na yang kemudian ditangkap Kyuhyun. “mianhae.” Donghae berkata singkat tanpa melihat hye na lalu meneruskan perjalanannya.
Kyuhyun menatap bingung pada Donghae. Lalu melihat Soo won yang perhatiannya juga teralih pada kelakuan Donghae. Kyuhyun bertanya dengan isyarat pada Soo won, tapi Soo won hanya menggeleng tak tahu. Mereka berdua kini menatap Hye na yang masih mengelus-elus lengannya yang ditabrak Donghae, ia tersenyum penuh kemenangan. “apa? Kenapa menatap ku? Aku tidak tahu mengapa ia begitu.” Hye na mengelak dari tatapan Kyuhyun dan Soo won. “berarti kau simpan saja senyum kemenanganmu itu dari wajahmu.” Kata Soo won sambil berjalan menyusul Donghae.
Tak sengaja Hye na mendongak menatap atap sekolahnya dibagian paling timur. Ia melihat seseorang berdiri di atas sana. Bukan masalah penting sebenarnya, hanya saja atap sekolah bagian timur tak pernah dibuka. Hanya bagian barat dan tangah saja yang terbuka. Hye na menggeleng dan menatap sekali lagi. Orang itu sudah tidak ada di tempatnya. Mata hye na berkeliling, namun atap sekolah kosong. Dengan bingung Hye na masuk ke dalam kelasnya.
*pelajaran terakhir dikelas Hye na dan Kyuhyun
Hye na duduk disebelah kyuhyun, ia tepat berada di samping jendela. Ia selalu meyukai pemandangan dari jendela manapun. Ia mengeluarkan bukunya kemudian asyik mencorat-coret bukunya. Kyuhyun menggeser kursinya. “siapa itu? seseorang yang kau temui di scotland?” tanya kyuhyun.
“eh?” hye na menatap kyuhyun bingung. “itu. kau menggambar siapa? Aku tak tahu kau pintar menggambar.” Kyuhyun menunjuk gambar Hye na, Hye na melihat bukunya dan agak kaget melihatnya. Tanpa sadar ia menggambar Ares dan sayapnya. “oh, bukan. Tadi pagi aku bermimpi aneh. Dan sekarang tanpa sadar aku menggambar laki-laki di mimpiku.” Jelas hye na.
“itukah yang membuat Donghae manabrakmu tadi?” tanya Kyuhyun. Hye na hanya tersenyum, karna ia juga tak mengerti kenapa Donghae menabraknya dengan sengaja. “kemana guru pelajaran terakhir kita? Siapa namanya?” Hye na mengalihkan pembicaraan.
“Kang in songsaengnim? Dia masih cuti.” Jawab Kyuhyun. “omo~ kurangkah liburan musim panas?” tanya Hye na lagi. “aigoo~~ babo! Dia kan baru saja menikah, biarkan saja.” Kyuhyun menjawab sambil memukul kepala Hye na lembut. Tak lama bel sekolah pun berbunyi. Hye na mengambil tasnya dan berjalan bersama kyuhyun keluar. Bukunya masih ia pegang. “Hye na, hari ini kau tidak bolos bernyanyi kan?” tanya Kyuhyun memegang tangan Hye na. “tidak. Aku masuk ekskul hari ini. aku sedang malas pulang.” Jawab Hye na yang malah menggandeng tangan Kyuhyun. “kau ke rumahku saja! Bagaimana? Ibuku bertanya tentangmu. Kemana Kim Hye na? apa ia tidak bekunjung kesini?” Kyuhyun menirukan ibunya. Mereka berdua tertawa. Dan masuk ke ruang musik.
Dibelakang mereka, Donghae menatap dengan dingin, tangannya terkepal. Tersirat kemarahan yang dalam.....
ps. to be continued :)
cast :
Lee Teuk as Ares
Kim Hyena as Iris
Lee Donghae as Him self
Cho Kyuhyun as Him self (sahabat Hye na)
Hedyarti N Asyah as Han Soo Won (sahabat Donghae)
co-cast :
Choi Siwon : Anubis
Lee Sungmin : Osiris
Yesung : Toth
Heechul : Sekhmet
Author's: Ervi Julia
*pagi harinya
Hye na bangun dari tidurnya. Matanya menatap lelah langit-langit kamarnya. Ia duduk termangu menatap sekeliling kamarnya. Semua terlihat biasa, kecuali laptop yang lupa ia matikan semalam. Segalanya begitu biasa, seperti tak ada yang terjadi. Tak ada laki-laki bersayap yang mengaku bernama Ares si dewa perang. “mimpi? Hahaha.. pantesan aneh.” Ia berkata pada dirinya sendiri.
Hye na melirik jam dindingnya. Tepat seperti biasa ia bangun, hari ini sekolah kembali dimulai setelah libur musim panas. Hye na bangkit mengambil handuknya dan berjalan ke kamar mandi, tersenyum remeh mengingat kembali mimpinya. “Ares. Hahahaha dewa perang apanya! Babo!” serunya.
Selesai mandi dan berpakaian Hye na melongok melalui jendelanya. Taman terlihat baik-baik saja, tak ada bekas kehancuran. Tak ada batu besar tempat ares datang. Jauh berbeda dari taman dimimpinya yang hancur. Hye na beranjak dari jendelanya, menyandang tas sekolahnya dan keluar dari apartemennya.
Hye na menunggu bus di halte biasa. Tak lama bus pun datang. Hye na masuk ke dalam bus, matanya terpaku pada seorang pria yang berseragam sama dengannya. Ia tersenyum pada pria itu. Pria itu mempersilahkan hye na duduk disisi dalam kursi penumpang yang dekat jendela. Seperti biasa, selama tiga tahun berturut pria itu tahu kebiasaan Hye na.
“apa kau tak bosan duduk ditempat yang sama selama dua tahun ini?” tanya pria itu. hye na menggeleng, matanya tetap menatap ke luar, menatap toko-toko dipinggir jalan. “Donghae-ssi, apa kau bosan duduk disini bersamaku? Sebenarnya kau bisa pindah ke tempat duduk asalmu.” Hye Na tetap memandang keluar namun seulas senyum mengakhiri kata-katanya pada Donghae. Sahabat sekaligus orang yang disukai Hye na.
Donghae hanya menatap Hye na kemudian ia melihat kursi yang dulu biasa ia duduki sebelum kenal dengan hye na, wanita pujaannya. Bus kembali berhenti, kali ini dua orang siswa-siswi yang berseragam sama dengan donghae dan hye na naik. Donghae berpindah tempat duduk ke belakang hye na.
“soo won, kesini. Duduk bersamaku.” Ajak donghae pada siswi yang bernama soo won itu. hye na mengalihkan pandangannya, ia tersenyum melihat Donghae. Soo won berjalan santai menuju Donghae. Sedangkan siswa yang satu lagi langsung duduk disamping Hye na.
“Kyuhyunnie~ bagaimana liburanmu?” sapa Hye na pada Kyuhyun. Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. “tidak terlalu baik, karna kau tidak membalas pesan ku. Apa yang kau lakukan sampai-sampai tak membalas pesanku?” tanya Kyuhyun.
“aku hanya pergi ke rumah nenekku. Sebenarnya aku ingin membalas pesanmu, tapi aku menemukan sesuatu yang menarik selama disana. Lihat ini.” Hye na memperlihatkan gelangnya. Kyuhyun mengerutkan dahinya, tak mengerti maksud Hye na.
“ini gelang yang ku dapat saat aku berada dirumah nenekku. Ibuku bilang ini gelang pemberian kakekku saat beliau melamar nenekku. Romantis bukan?” jelas hye na.
Kyuhyun mengangguk mengerti. Donghae hanya menatap Kyuhyun iri. Hye na memang dekat dengannya, namun tak pernah bisa lebih dari kedekatan Hye na dengan Kyuhyun. Hye na selalu menyapa Kyuhyun terlebih dahulu, dan Hye na juga selalu menunjukkan sikap menyenangkan dengan Kyuhyun. Mereka bercanda tanpa kenal batas. Seperti orang pacaran, bukan berteman.
Perjalanan tak terasa saat mereka sampai depan sekolah. Hye na masih bercerita pada Kyuhyun yang kadang diselingi gelak tawa. Sedangkan Soo won sibuk dengan PSPnya. Bel sekolah berbunyi nyaring tanda pelajaran dimulai. Donghae mempercepat jalannya mendahului Hye na dan dengan sengaja menabrak Hye na yang kemudian ditangkap Kyuhyun. “mianhae.” Donghae berkata singkat tanpa melihat hye na lalu meneruskan perjalanannya.
Kyuhyun menatap bingung pada Donghae. Lalu melihat Soo won yang perhatiannya juga teralih pada kelakuan Donghae. Kyuhyun bertanya dengan isyarat pada Soo won, tapi Soo won hanya menggeleng tak tahu. Mereka berdua kini menatap Hye na yang masih mengelus-elus lengannya yang ditabrak Donghae, ia tersenyum penuh kemenangan. “apa? Kenapa menatap ku? Aku tidak tahu mengapa ia begitu.” Hye na mengelak dari tatapan Kyuhyun dan Soo won. “berarti kau simpan saja senyum kemenanganmu itu dari wajahmu.” Kata Soo won sambil berjalan menyusul Donghae.
Tak sengaja Hye na mendongak menatap atap sekolahnya dibagian paling timur. Ia melihat seseorang berdiri di atas sana. Bukan masalah penting sebenarnya, hanya saja atap sekolah bagian timur tak pernah dibuka. Hanya bagian barat dan tangah saja yang terbuka. Hye na menggeleng dan menatap sekali lagi. Orang itu sudah tidak ada di tempatnya. Mata hye na berkeliling, namun atap sekolah kosong. Dengan bingung Hye na masuk ke dalam kelasnya.
*pelajaran terakhir dikelas Hye na dan Kyuhyun
Hye na duduk disebelah kyuhyun, ia tepat berada di samping jendela. Ia selalu meyukai pemandangan dari jendela manapun. Ia mengeluarkan bukunya kemudian asyik mencorat-coret bukunya. Kyuhyun menggeser kursinya. “siapa itu? seseorang yang kau temui di scotland?” tanya kyuhyun.
“eh?” hye na menatap kyuhyun bingung. “itu. kau menggambar siapa? Aku tak tahu kau pintar menggambar.” Kyuhyun menunjuk gambar Hye na, Hye na melihat bukunya dan agak kaget melihatnya. Tanpa sadar ia menggambar Ares dan sayapnya. “oh, bukan. Tadi pagi aku bermimpi aneh. Dan sekarang tanpa sadar aku menggambar laki-laki di mimpiku.” Jelas hye na.
“itukah yang membuat Donghae manabrakmu tadi?” tanya Kyuhyun. Hye na hanya tersenyum, karna ia juga tak mengerti kenapa Donghae menabraknya dengan sengaja. “kemana guru pelajaran terakhir kita? Siapa namanya?” Hye na mengalihkan pembicaraan.
“Kang in songsaengnim? Dia masih cuti.” Jawab Kyuhyun. “omo~ kurangkah liburan musim panas?” tanya Hye na lagi. “aigoo~~ babo! Dia kan baru saja menikah, biarkan saja.” Kyuhyun menjawab sambil memukul kepala Hye na lembut. Tak lama bel sekolah pun berbunyi. Hye na mengambil tasnya dan berjalan bersama kyuhyun keluar. Bukunya masih ia pegang. “Hye na, hari ini kau tidak bolos bernyanyi kan?” tanya Kyuhyun memegang tangan Hye na. “tidak. Aku masuk ekskul hari ini. aku sedang malas pulang.” Jawab Hye na yang malah menggandeng tangan Kyuhyun. “kau ke rumahku saja! Bagaimana? Ibuku bertanya tentangmu. Kemana Kim Hye na? apa ia tidak bekunjung kesini?” Kyuhyun menirukan ibunya. Mereka berdua tertawa. Dan masuk ke ruang musik.
Dibelakang mereka, Donghae menatap dengan dingin, tangannya terkepal. Tersirat kemarahan yang dalam.....
ps. to be continued :)



0 comment:
Posting Komentar