"Ares The God of War"
cast :
Leeteuk as Ares
Kim Hye na as her self
Lee Donghae as him self
side cast:
Cho Kyuhyun as him self / Michael
hedyarti N asyah as Soo Won / Lucifer
Lee Sungmin as Osiris
Eunhyuk as Anubis
“Irish adalah wanita yang kuat Hye na, itulah sebabnya kau tidak merasa apa yang seharusnya manusia rasa saat pertama melihat asliku. Itulah sebabnya mengapa kau tidak terlihat rapuh.” Ares memperhatikan Hye na dan donghae melalui jendela kamar hye na.
Meski saat ini kekuatan irish terperangkap dalam tubuh hye na, ares merasa sangat cemburu melihatnya. Dan ia pun memutuskan untuk pergi dari apartemen hye na. ares terbang di atas langit malam kota seoul yang ramai.
Tiba-tiba langit menjadi makin gelap di arah selatan. Karna merasa tidak nyaman ares pun turun di atas gedung memperhatikan langit malam yang mendung. Sayapnya tertelungkup dibalik badannya. Dari arah belakang ada dua orang yang berjalan mendekatinya.
“apa kalian juga merasakannya?” tanya ares pada dua orang dibelakangnya. “mereka menemukan sinyal irish disini. Mereka datang, saudara kita yang terbuang, Toth dan Sekhmet. They walk on the earth.”. Ares berbalik. “kalian datang tepat pada waktunya.” Seru ares. Kedua orang yang berada dibelakang mereka mengangguk singkat.
“bagaimana kau menemukan irish?” tanya Osiris, sahabat ares yang berwajah sangat manis. ares tersenyum remeh. “kekuatan irish tidak hilang meskipun mereka terpisah. Hanya aku tidak menyadarinya seawal munkgin bahwa wanita itu adalah dia.”
“apa kau siap?” tanya Anubis bersemangat. Ares tersenyum bersemangat. “sangat, bahkan sebelum mereka sempat menyentuh irish aku akan membunuh mereka.”.
“kau bilang dia bersama seorang manusia, siapa dia?” tanya Osiris. Ares menoleh pada osiris, berpikir sebentar, “dia seorang manusia yang dicintai hye na, bukan orang yang penting.” Jawab ares. osiris hanya mengangguk pelan.
“ah~ sekalipun kekuatan mereka setingkat denganku, aku tetap merasa tidak enak merasakan mereka turun ke bumi. Mengapa mereka bisa turun dengan cara tidak biasa?” tanya osiris. Ares mengangguk setuju. Anubis menatap dua sahabatnya itu. “aku bisa saja menggunakan cara ini, hanya saja saat menggunakan cara ini menguras habis tenaga ku.” Jelas anubis.
“kau pernah mencobanya?” tanya osiris tidak percaya. Anubis mengangguk. Ares melirik anubis curiga kemudian tertawa. “apa yang kau lakukan? Turun ke bumi dengan cara itu?” tanya ares. anubis membuat simpul senyum di bibir kecilnya.
“aku mengikuti seseorang kesini.” Jawab anubis singkat kemudian terbang entah kemana. Osiris dan ares saling berpandang seakan bertanya-tanya siapa yang diikuti anubis.
“apa kau pikir kita perlu mengikuti irish? hye na maksud ku. Menjaga dia agar tak tersentuh oleh mereka.” Tanya osiris.
“begitu menurutmu? Kita bisa mengikutinya bila kau pikir begitu.” Jawab ares. “bagaimana mengikutinya tanpa ketahuan olehnya? Aku rasa lebih aman jika kita terlihat olehnya dari pada kita mengikutinya diam-diam.” sambung ares.
Osiris berpikir sebentar. Ia meletakkan dagunya diatas jari-jarinya yang saling menyilang. Matanya terpejam, sedetik kemudian ia tersenyum, memunculkan wajah aegyonya. “kembali ke tempat yang paling kita benci sebagai seorang manusia. Bagaimana menurutmu?” tanya osiris.
Ares tersenyum lebar, lesung pipi nya ikut terbentuk, ia mengangguk semangat. “sekolah memang tempat yang paling kita benci, tapi hanya itu caranya.”
Osiris tersenyum, berjalan mundur dan hilang di gelap malam. Ares pun berbalik menatap jalan yang ramai dibawahnya kemudian terbang menuju apartemen hye na.
Sampai di apartemen hye na, ares muncul lagi secara tiba-tiba dari arah kamar hye na. perlahan ia mendekati hye na yang duduk sendirian di sofa depan. Ares menepuk bahu hye na pelan. Hye na hanya memiringkan kepalanya sedikit.
“irish, aku bukan dia. Benar. Aku bukan dia. Aku adalah aku.” Gumam hye na. hye na menoleh pada ares dan tertawa. “biarkan aku jalani hidupku bersama donghae. Aku tidak akan melepaskannya.”.
Ares menatap hye na lembut. “akan ku buktikan nanti. Sekarang tidurlah. Matamu seperti mata panda.”. hye na balas menatap ares, matanya meneteskan air mata. Ares menyentuh pipi hye na yang basah dan menghapus air mata hye na, dan membelai lembut pipi hye na. hye na menepis lembut tangan ares yang membelainya kemudian beranjak meninggalkan ares.
“kemana pacarmu?” tanya ares. hye na berhenti di depan pintu kamarnya. “ia sedang membeli makan. Kau pergilah. Aku ingin bersamanya. Jika berada didekat mu aku merasa tertekan. Dan jangan kembali malam ini. aku ingin bersama donghae.”
“kau akan berdua dengannya saja? Diapartemen ini?” tanya ares kaget.
“tidak! Apa yang kau pikirkan. Aku mengundang sahabatku soo won dan kyuhyun. Jadi kau tidak perlu khawatir.” Sergah hye na.
Ares menghela nafas panjang. “ku kira.” Ares berkata singkat. “ah~ hye na, apa aku boleh meminta sesuatu dari mu? Untukku ini permintaan mudah mungkin bagimu agak berat.” Ares berkata sopan.
Hye na menghapus sisa air matanya. “apa?” kata hye na sambil berbalik menghadap ares. “bisa aku benar-benar tinggal di apartemenmu?” pinta ares.
Kening hye na berkerut, “bukannya kau sudah tinggal dirumahku?” tanyanya heran.
Ares menyentuh singkat hidungnya, “maksudku didepan teman-temanmu. Jujur saja sejak kau menyerap kekuatan irish ditubuhmu, kau perlu penjaga dari mereka. Aku benar-benar akan berlaku seperti manusia normal.” Jelas ares.
“mereka? Siapa? Sebenarnya kau sudah terlihat normal untukku.”
“mereka yang mengincar irish. maaf jika aku melibatkanmu menjadi irish tapi itulah kenyataanya, sekalipun kau menyangkalnya.”
“baiklah terserah padamu. Tapi seperti yang pernah ku katakan, kau harus mengganti namamu. Lebih baik kau memakai nama sepupuku. Park jung-soo. Kau setuju?”
Ares mengangguk singkat, tiba-tiba ares berbalik menatap pintu depan apartemen hye na dengan perasaan tidak enak. Bel berbunyi.
ps. to be continued lah..
huah terima kasih kepada para reader..
*hapus air mata terharu*
cast :
Leeteuk as Ares
Kim Hye na as her self
Lee Donghae as him self
side cast:
Cho Kyuhyun as him self / Michael
hedyarti N asyah as Soo Won / Lucifer
Lee Sungmin as Osiris
Eunhyuk as Anubis
“Irish adalah wanita yang kuat Hye na, itulah sebabnya kau tidak merasa apa yang seharusnya manusia rasa saat pertama melihat asliku. Itulah sebabnya mengapa kau tidak terlihat rapuh.” Ares memperhatikan Hye na dan donghae melalui jendela kamar hye na.
Meski saat ini kekuatan irish terperangkap dalam tubuh hye na, ares merasa sangat cemburu melihatnya. Dan ia pun memutuskan untuk pergi dari apartemen hye na. ares terbang di atas langit malam kota seoul yang ramai.
Tiba-tiba langit menjadi makin gelap di arah selatan. Karna merasa tidak nyaman ares pun turun di atas gedung memperhatikan langit malam yang mendung. Sayapnya tertelungkup dibalik badannya. Dari arah belakang ada dua orang yang berjalan mendekatinya.
“apa kalian juga merasakannya?” tanya ares pada dua orang dibelakangnya. “mereka menemukan sinyal irish disini. Mereka datang, saudara kita yang terbuang, Toth dan Sekhmet. They walk on the earth.”. Ares berbalik. “kalian datang tepat pada waktunya.” Seru ares. Kedua orang yang berada dibelakang mereka mengangguk singkat.
“bagaimana kau menemukan irish?” tanya Osiris, sahabat ares yang berwajah sangat manis. ares tersenyum remeh. “kekuatan irish tidak hilang meskipun mereka terpisah. Hanya aku tidak menyadarinya seawal munkgin bahwa wanita itu adalah dia.”
“apa kau siap?” tanya Anubis bersemangat. Ares tersenyum bersemangat. “sangat, bahkan sebelum mereka sempat menyentuh irish aku akan membunuh mereka.”.
“kau bilang dia bersama seorang manusia, siapa dia?” tanya Osiris. Ares menoleh pada osiris, berpikir sebentar, “dia seorang manusia yang dicintai hye na, bukan orang yang penting.” Jawab ares. osiris hanya mengangguk pelan.
“ah~ sekalipun kekuatan mereka setingkat denganku, aku tetap merasa tidak enak merasakan mereka turun ke bumi. Mengapa mereka bisa turun dengan cara tidak biasa?” tanya osiris. Ares mengangguk setuju. Anubis menatap dua sahabatnya itu. “aku bisa saja menggunakan cara ini, hanya saja saat menggunakan cara ini menguras habis tenaga ku.” Jelas anubis.
“kau pernah mencobanya?” tanya osiris tidak percaya. Anubis mengangguk. Ares melirik anubis curiga kemudian tertawa. “apa yang kau lakukan? Turun ke bumi dengan cara itu?” tanya ares. anubis membuat simpul senyum di bibir kecilnya.
“aku mengikuti seseorang kesini.” Jawab anubis singkat kemudian terbang entah kemana. Osiris dan ares saling berpandang seakan bertanya-tanya siapa yang diikuti anubis.
“apa kau pikir kita perlu mengikuti irish? hye na maksud ku. Menjaga dia agar tak tersentuh oleh mereka.” Tanya osiris.
“begitu menurutmu? Kita bisa mengikutinya bila kau pikir begitu.” Jawab ares. “bagaimana mengikutinya tanpa ketahuan olehnya? Aku rasa lebih aman jika kita terlihat olehnya dari pada kita mengikutinya diam-diam.” sambung ares.
Osiris berpikir sebentar. Ia meletakkan dagunya diatas jari-jarinya yang saling menyilang. Matanya terpejam, sedetik kemudian ia tersenyum, memunculkan wajah aegyonya. “kembali ke tempat yang paling kita benci sebagai seorang manusia. Bagaimana menurutmu?” tanya osiris.
Ares tersenyum lebar, lesung pipi nya ikut terbentuk, ia mengangguk semangat. “sekolah memang tempat yang paling kita benci, tapi hanya itu caranya.”
Osiris tersenyum, berjalan mundur dan hilang di gelap malam. Ares pun berbalik menatap jalan yang ramai dibawahnya kemudian terbang menuju apartemen hye na.
Sampai di apartemen hye na, ares muncul lagi secara tiba-tiba dari arah kamar hye na. perlahan ia mendekati hye na yang duduk sendirian di sofa depan. Ares menepuk bahu hye na pelan. Hye na hanya memiringkan kepalanya sedikit.
“irish, aku bukan dia. Benar. Aku bukan dia. Aku adalah aku.” Gumam hye na. hye na menoleh pada ares dan tertawa. “biarkan aku jalani hidupku bersama donghae. Aku tidak akan melepaskannya.”.
Ares menatap hye na lembut. “akan ku buktikan nanti. Sekarang tidurlah. Matamu seperti mata panda.”. hye na balas menatap ares, matanya meneteskan air mata. Ares menyentuh pipi hye na yang basah dan menghapus air mata hye na, dan membelai lembut pipi hye na. hye na menepis lembut tangan ares yang membelainya kemudian beranjak meninggalkan ares.
“kemana pacarmu?” tanya ares. hye na berhenti di depan pintu kamarnya. “ia sedang membeli makan. Kau pergilah. Aku ingin bersamanya. Jika berada didekat mu aku merasa tertekan. Dan jangan kembali malam ini. aku ingin bersama donghae.”
“kau akan berdua dengannya saja? Diapartemen ini?” tanya ares kaget.
“tidak! Apa yang kau pikirkan. Aku mengundang sahabatku soo won dan kyuhyun. Jadi kau tidak perlu khawatir.” Sergah hye na.
Ares menghela nafas panjang. “ku kira.” Ares berkata singkat. “ah~ hye na, apa aku boleh meminta sesuatu dari mu? Untukku ini permintaan mudah mungkin bagimu agak berat.” Ares berkata sopan.
Hye na menghapus sisa air matanya. “apa?” kata hye na sambil berbalik menghadap ares. “bisa aku benar-benar tinggal di apartemenmu?” pinta ares.
Kening hye na berkerut, “bukannya kau sudah tinggal dirumahku?” tanyanya heran.
Ares menyentuh singkat hidungnya, “maksudku didepan teman-temanmu. Jujur saja sejak kau menyerap kekuatan irish ditubuhmu, kau perlu penjaga dari mereka. Aku benar-benar akan berlaku seperti manusia normal.” Jelas ares.
“mereka? Siapa? Sebenarnya kau sudah terlihat normal untukku.”
“mereka yang mengincar irish. maaf jika aku melibatkanmu menjadi irish tapi itulah kenyataanya, sekalipun kau menyangkalnya.”
“baiklah terserah padamu. Tapi seperti yang pernah ku katakan, kau harus mengganti namamu. Lebih baik kau memakai nama sepupuku. Park jung-soo. Kau setuju?”
Ares mengangguk singkat, tiba-tiba ares berbalik menatap pintu depan apartemen hye na dengan perasaan tidak enak. Bel berbunyi.
ps. to be continued lah..
huah terima kasih kepada para reader..
*hapus air mata terharu*


0 comment:
Posting Komentar